P : Aku ingin menggugat perempuan atas ketidakberdayaan
L : Aku ingin menggugat lelaki atas kesombongan.
P : Ketidakberdayaan apa?
L : Kesombongan apa ?
P : Aku ingin terbebas dari ketidakberdayaan
L : Aku ingin terbebas dari
kesombongan
P : Lalu untuk apa ?
L : Lalu untuk siapa ?
P & L : Lalu untuk...
lalu untuk...
P : Buah ketidakberdayaan ciptakanlah sebuah mimpi diatas bayangan.
L : lalu kesombongan bicaralah atas nama cinta dan kebinasaan.
P : Maaf teruntuk kelemahan, Sayang !
L : Maaf teruntuk kesombongan, Kasih !
P & L : Karena semua itu
Bukan untuk siapa-siapa
Bukan untuk apa-apa
P : Jangan !
L : Lakukanlah !
P : Jangan !
L : Lakukanlah !
P : Bukan ketidakberdayaan yang kuingin.
L : tapi kau ingin, kan ?
P : Bukan.. Bukan untuk itu.
Kau ingin kesombongan kan ?
L : Bukan.. Bukan untuk itu.
P & L : Lalu untuk apa kami berdiri ?
lalu untuk siapa kami disini ?
| Yang ini baguz neng... Tapi aq jd rada taku bacanya, coz full perang mulutzz... |
| perempuan parrah nih.. dah di posting 6 minggu malah baru baca. huwahahahaha.... |
| full konflik Full konflik. untung gak sampe body kontak... alias berantem :) |
| gara-gara gara-gara suntuk revisi skripsi jadinya dikau seperti ini, duh dinda nisa... |
| dibalik Dibalik perbedaan itulah persamaannya. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar