Ketika kau menginginkan untuk menjadi menarik, apakah yang kau perlukan untuk mewujudkannya?
Setidaknya ini adalah dari kacamataku, sesuatu itu harus punya bentuk yang menarik. Dan dengan kalkulasi persebaran tertentu secara acak dengan sedikit perhitungan maka kamu lah yang terpilih.
Baik. Karena cerita ini adalah cerita tentang Aku, maka kumulai saja. Aku dilahirkan dari rahim mesin-mesin industri, sumber nutrisiku adalah material mentah zat gula dengan rangkaian ikatan yang paling sederhana. Sperma yang membuahiku adalah beberapa orang pekerja, melakukan serangkaian percobaan, fase-fase perubahan, perbaikan-perbaikan formula, hingga ujicoba-ujicoba dengan menggunakan tubuh kakak-kakakku sebelumnya. Dari manusia-manusia industri itu kami jadi tahu nama kami “White Rabbit Creamy Candy”. Begitulah nama kami.
Kemudian, houplaa! Terlahirlah aku.
Sampai sekarang terhitung aku mempunyai ribuan bahkan lebih dari puluhan ribu saudara kembar. Saudara-saudaraku dan aku sendiri tentunya ditempatkan dalam satu tempat yang sama, bersama sekitar lima-puluhan saudara-saudaraku.
Setelah itu kami akan dijadikan satu kembali, diajak berkeliling-keliling, dan kemudian dipajang di etalase-etalase toko. Kalian tahu? Butuh berapa hari hingga aku mencapai sal-sal toko ini? Tebaklah. Bukan dalam waktu jam, tapi kami diajak berkeliling-keliling sekitar hampir sebulan. Sebuah perjalanan yang memuakkan bukan?
Kami ditempatkan dalam tempat yang sama, dalam posisi sama, bersama ke limapuluhan saudara-saudaraku lainnya. Nantinya kami harus bersaing satu sama lain, kemudian kami juga harus bersaing dengan puluhan ribu wadah yang sama, berisi jumlah yang sama dengan wadah kami. Hitung sendiri berapa banyak wajah-wajah kami menghiasi sal-sal toko negeri. Mungkin lebih banyak dari jumlah wajah-wajah manusia.
Kurang lebih ratusan kali aku melihat sinaran oranye. Ah tidak sepertinya lebih dari ribuan kali aku melihat timbul dan tenggelamnya oranye dari sekat bening sal toko tempat kami dipajang. Itu penanda bahwa kami akan beranjak hari keesokan.
Setelah kami berada di wadah-wadah kami, kami jadi rindu udara luar. Kalau dulu kami masih bisa menghirup udara pabrik, sekarang tak bisa lagi.
“Aku suka dia.” kata temanku sambil menggesekkan plastik bajunya padaku, di suatu ketika.
“Siapa?” sahutku terkaget, karena baru kali ini aku bisa berbicara dengan teman ku dalam lingkaran wadah itu.
“Suka apa?” sahut teman yang lain.
“Siapa yang suka siapa?” sahut yang lain.
Kemudian suasana dalam stoples menjadi gaduh, penuh suara nyaring, pertanyaan-pertanyaan miring. Apa itu suka, siapa yang bicara pertama, dan siapa yang disukai pertama kali. Semua jadi bising, stoples jadi riuh. Kami memang bergeming, tapi entah mulut-mulut kami saja yang riuh, badan kami tidak.
Setelah celetukan pertama itu, pembicaraan “Aku suka dia” menjadi tidak karuan ramainya. Tak ada yang mau mengalah untuk mengakhiri, pun tak ada yang mau mengakui. Sementara aku meyakini, sangat yakin, bahwa suara datang tak jauh dari tubuhku.
Maka seketika itu aku berteriak, "Kalau begitu kita uji suara. Aku yakin, suara si empu dekat sekali dengan aku"
Maka beberapa teman yang posisi nya lebih dekat denganku secara bergantian meneriakkan kata “Aku suka dia” secara bergantian. Akhirnya sampailah ke posisi sepermen teman yang tidak terlalu dekat, namun plastik bajunya masih menyinggungku.
“STOP!!! Baik, aku ngaku, aku yang ngomong “Aku suka dia” pertama kali. Aku sudah ngaku, sekarang apa mau kalian?” teriaknya panik. Rupanya dia takut dihakimi oleh massa permen-permen yang lain.
Kami semua celingukan, kebingungan. Memang benar, apa yang harus kami lakukan sekarang. Semuanya jadi serba tak jelas. Akhirnya, ada sesepermen yang angkat suara.
“Darimana, kau dapat kata-kata Aku suka dia?” tanya si empunya permen yang lain.
“Entah, aku juga tak tahu. Yang jelas kata-kata itu melompat begitu saja dari mulutku. Apa mungkin karena dia ya?”
Hah!!! Dia siapa?
“Aku suka dia, dia yang selalu mengelap stoples kita, mengecek-ngecek bandrol harga, menawar-nawarkan pada manusia-manusia yang lain. Aku suka cara manusia itu menggerai rambutnya, mengetuk-ngetukkan ujung sepatu hak tingginya ke lantai, membenarkan letak kerah kemeja putihnya, atau me-merusutkan rok merahnya yang mini itu”
“Ya… ampunn… jadi kamu suka manusia itu?”
“Iya, aku suka. Memangnya kenapa?”
Dan kami pun diam, memasang-masang kemungkinan kejadian-kejadian antara temanku dan si manusia rambut panjang, kemeja putih, rok merah mini, dan sepatu hak tinggi itu. Tapi tetap kami tak punya jawaban lain selain mematung membisu. Dan tiba-tiba seisi stoples senyap seperti sedia kala
Langit oranye hari itu kembali menurunkan tirainya, menggantikan birunya langit. Temanku yang ketahuan mencinta tadi hanya mematut-matut kesukaannya pada si manusia. Sementara aku tenang-tenang saja, diam seperti yang lain.
***
Sebuah supermarket hari itu mendapatkan sepucuk surat dari BPPOM. Berikut adalah daftar makanan yang ditarik dari peredaran karena mengandung bahan ber-melamin. Bahan ini disinyalir akan membahayakan bagi kesehatan konsumen.
Berikut daftar makanan yang telah diperintahkan untuk ditarik dari peredaran oleh BPPOM
Produk yang ditarik dari peredaran:
1. Jinwel Yougoo Susu Fermentasi Rasa Jeruk
2. Jinwel Yougoo Aneka Buah
3. Jinwel Yougoo tanpa Rasa
4. Guozhen susu bubuk full cream
5. Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Cokelat
6. Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Vanila
7. Oreo Stick Wafer
8. Oreo Stick Wafer
9. Oreo Cokelat Sandwich Cookies
10. M&M’s Kembang Gula Cokelat Susu
11. M&M’s Cokelat Susu
12. Snicker’s (biskuit-nougat lapis cokelat)
13. Dove Choc Kembang Gula Cokelat
14. Dove Choc
15. Dove Choc
16. Natural Choice Yoghurt Flavoured Ice Bar
17. Yili Bean Club Matcha Red Bean Ice Bar
18. Yili Bean Club Red Bean Ice Bar
19. Yili Prestige Chocliz
20. Yili Chestnut Ice Bar
21. Nestle Dairy Farm UHT Pure Milk
22. Yili High Calcium Low Fat Milk Beverage
23. Yili High Calcium Milk Beverage
24. Yili Pure Milk 205 ml
25. Yili Pure Milk 1 L
26. Dutch Lady Strawberry Flavoured Milk
27. White Rabbit Creamy Candy
28. Yili Choice Dairy Frozen Yoghurt Bar (kembang gula)
Sumber: Tempointeraktif ==PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK SEKRETARIAT JENDERAL DEPARTEMEN KESEHATAN RI
“Rinda, kamu sortir merk-merk ini ya. Lalu hancurkan. Sepertinya aku masih ngelihat White Rabbit Creamy Candy di jajaran stock opname kita.” kata seorang Manajer Stockist pada salah satu anak buahnya.
Rinda, pramuniaga supermarket itu, pakaiannya setelan kemeja putih dipadu rok mini merah, dengan sepatu hak tinggi, rambutnya dibiarkan tergerai, melangkah menuju ke sal permen, mengambil beberapa stoples permen, termasuk stoples permen White Rabbit Creamy Candy, yang tadi baru saja terjadi keributan. Permen itu akan dibuang olehnya untuk dimusnahkan.
***
Di sebuah ruang kamar masing-masing, dua orang penulis sama-sama mengamati hasil jadi tulisan salah satu dari mereka. Mereka terlibat sebuah percakapan dari jendela messenger instant
panah_hujan : ahhh…. akhirnya kok seperti itu?
nisa_diani : sudah jangan protes…
panah_hujan : ini kan jadi seperti ceritamu?
nisa_diani : soal apa?
panah_hujan : iya, kamu sis. kamu, yang seperti mengharapkan menunggu-nunggu cinta seseorang datang merengkuhmu dalam diam.
nisa_diani : hlohh…. kok jadi kayak gitu, bukan seperti itu maksudku. bukan itu inti pesan yang pengen kusampaikan. kamu kan mintanya cerita tentang kamu, kenapa arahmu jadi cerita tentang aku?
panah_hujan : lalu?
nisa_diani : kamu kan minta dibuatin cerita tentang kamu. pesanku adalah
Dan pet… lampu padam. Penulis yang satu mengutuk sendiri
“Aduh!! Jadi apa pesannnya? Sialll…”
Sby, ruang kosong, 300109